1 -
Menghentikan Tendangan
Menghentikan tendangan adalah tugas yang
jelas untuk setiap kiper. Kamu harus mengembangkan kemampuan untuk menangkap
bola yang datang, dapat juga dibagi menjadi dua sisi. Pastikan untuk menyentuh
tiang gawang setelah menerima bola dari dua sisi yang berbeda. Berlatih secara
teratur dan meminta teman untuk menembak 50 bola dari dua arah yang berbeda.
2 -
Distribusi Bola
Distribusi adalah elemen penting untuk
seorang penjaga gawang. Seorang yang tidak percaya diri dan mempunyai kemampuan
dalam distribusi dapat menjadi masalah besar untuk tim. Tidak hanya akan
membuntukan serangan pada tim tetapi bisa menyebabkan serangan balik yang bisa
membahayakan area sendiri. Distribusi yang baik dapat menjaga 'ball possession'
tim dan juga mengamankan pertahanan tim. Distribusi yang cepat dan akurat dari
kiper dapat memulai serangan balik untuk tim.
3 -
Membaca Permainan
Menyadari perkembangan permainan adalah ketrampilan
penting yang harus dimiliki setiap kiper. Lihatlah bek tengah kamu dan pastikan
baik dan tertutup. Periksa pemain bertahan kamu telah menutupi sisi daerah dari
penyerang, sebelum memantau penyerang yang berlari dari tengah lapangan.
Pastikan faktor tadi dilakukan ketika bola melintasi tengah lapangan. Karena
jika terlambat maka harus melakukan penyesuaian dengan konsentrasi melihat bola
dalam jarak tembak. Bahkan walau dalam keadaan penguasaan bola tetap
konsentrasi dan memeriksa posisi pemain belakang untuk mempersiapkan ketika
terjadi serangan balik.
4 -
Komunikasi
Jika menemukan ada pemain lawan yang tidak
terjaga, komunikasikan secara cepat dan jelas kepada defender untuk membuat
penyesuaian yang tepat pada tim. Jangan berteriak "TUTUP !" secara umum,
kamu berbicara kepada siapapun tetapi tidak ada seorangpun yang akan bereaksi.
Identifikasi defender mana yag harus menyesuaikan dan sebut nama mereka ketika
memberikan instruksi.
5 -
Mengatasi Umpan Silang
Baik dari 'open play' maupun dari 'set pieces',
kamu harus mengembangkan kemampuan untuk menghadapi umpan silang yang mengarah
ke kotak penalti. Jadilah tegas ! bergerak untuk menjemput bola atau tetap
bertahan di garis gawang untuk mengamankan dari tembakan, komunikasikan
keputusanmu dengan jelas kepada pemain bertahanmu. Mengetahui keinginan penjaga
gawang, akan menambah kejelasan dan percaya diri para pemain yang berada di
garis pertahanan.
6 -
Mengenali ketika lolos dari pemain bertahan
Ada saat di kiper ketika para pemain di garis
pertahanan dilewati dan menghadapi situasi 1 vs 1 dengan pemain penyerang
lawan. Kiper harus mengenali situasi ini dan keluar dari garis gawang untuk
menutup ruang gerak dari penyerang. Menekan kedepan akan memperkecil sudut
ruang tembak, dan juga bisa memaksa penyerang untuk melakukan tembakan dini
atau terburu-buru.
7 -
Tetap Percaya Diri
Hal ini penting ketika menghadapi tembakan
bola, dalam situasi 1 lawan 1. Kiper yang menghalau bola ke tanah terlalu dini
memberikan kemungkinan penyerang dengan mudah penyerang untuk mengangkat bola
dan mengarahkan ke gawang. Membaca bahasa tubuh penyerang dan tetap berdiri
sambil bersiap untuk menangkap bola akan menciptakan penghalang yang tangguh
bagi penyerang.
8 -
Memperlihatkan ketangguhan mental
Ketangguhan mental merupakan persyaratan umum
yang dibutuhkan untuk kiper, tapi apa itu ? Sederhananya, ketangguhan mental
adalah kemampuan untuk fokus pada tugas kiper dan melakukannya dengan penuh
selama 90 menit. Kiper harus melupakan kesalahan dan menampilkan ketenangan
ketika tim berada dibawah tekanan. Berkomunikasi dengan tim dengan nada percaya
diri dan tidak mengkritik. Jika kiper menunjukkan tanda-tanda frustasi dan
panik, bisa dipastikan hal ini akan menjalar ke seluruh tim.
9.
Memulai serangan balik
Kiper memiliki kemampuan untuk memulai
serangan balasan yang dapat mengancam tim lawan. Tim lawan tidak akan pernah
lebih dari setengah lapangan ketika kiper memegang bola. Jika kiper dengan
cepat dan akurat mendistribusikan bola kepada tim, maka sering kemungkinan
lebih menguntungkan dalam kemenangan sebuah tim.
10.
Jangan mengkritik
Kemampuan untuk tetap tenang adalah kemampuan
yang vital untuk seorang penjaga gawang. Banyak kiper yang mengembangkan
kebiasaan dari mengkritik pemain bertahan setelah gawang kebobolan. Jika kamu
melakukan kebiasan buruk ini kamu harus segera menghentikan. Kritik tidak hanya
mengurangi etos kerja kamu sendiri, membuat keyakinan bahwa kamu tidak bisa
disalahkan dan tidak ada yang diperbaiki. Kritik juga bisa menyebabkan
perpecahan antar kamu dan pemain tim lainnya.